IMAM SYAFI'I - Hukum menembok kuburan

Di: FB-STATUS

Kebanyakan kuburan wali di nusantara itu di bangun di tanah milik pribadi atau milik ahli waris mereka. Hal ini bisa di saksikan pada makam makam wali songo atau wali lainnya. Lantas bagaimanakah hukum bangunan itu??

imam syafii Rodiyallohu anhu telah membahas masalah ini di kitab induk beliau "Al Um". Berikut teks pendapat beliau:

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ﻭﻗﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻻﺓ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻡ ﺑﻤﻜﺔ ﻣﺎ‎ ‎ﻳﺒﻨﻰ ﻣﻨﻬﺎ ﻓﻠﻢ ﺍﺭ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻳﻌﻴﺒﻮﻥ ﺫﻟﻚ. ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ‎ ‎ﻓﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﻳﻤﻠﻜﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻓﻰ ﺣﻴﺎﺗﻬﻢ ﺃﻭ ﻭﺭﺛﺘﻬﻢ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻟﻢ ﻳﻬﺪﻡ ﺷﻲﺀ ﺍﻥ ﻳﺒﻨﻰ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻬﺪﻡ ﺍﻥ ﻫﺪﻡ‎ ‎ﻣﺎ ﻻ ﻳﻤﻠﻜﻪ ﺃﺣﺪ ﻓﻬﺪﻣﻪ ﻝﺀﻻ ﻳﺤﺠﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻓﻼ ﻳﺪﻓﻦ ﻓﻴﻪ ﺃﺣﺪ ﻓﻴﻀﻴﻖ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ

imam syafii berkata: aku telah melihat salah seorang pejabat di mekah, merobohkan bangunan kuburan. Dan aku tidak melihat seorangpun dari para ulama yang mencela perbuatan orang itu. Maka, apabila tanah pekuburan itu milik si mayyit atau ahli warisnya, maka bangunan di pekuburan itu tidak boleh di robohkan. Tetapi yang boleh di robohkan itu ialah bangunan di tanah yang tidak di miliki oleh seseorang (kuburan umum) agar bangunan itu tidak menghalangi penguburan orang lain, yang mana hal itu dapat menimbulkan kesempitan terhadap manusia.

[Al Um imam syafii: 1/277]

Jadi pembangunan kuburan wali itu sudah betul, gak usah bercita cita merobohkan makam makam wali. Memang imam syafii di kitab "Al umm" itu lebih menyukai untuk tidak dibangun. Tetapi beliau memperbolehkan di makam yang tanahnya milik pribadi. Apalagi tujuan sebenarnya dari bangunan makam wali itu untuk kenyamanan para peziarah, bukan untuk menyamankan wali yang ada di dalam, mereka insya Alloh sudah enak di alam sana.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.